Wednesday, May 18, 2011

Kependudukan


I.          Pengertian Kependudukan
saya kutipkan pengertian kependudukan dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1992 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera;
kependudukan adalah hal ihwal yang berkaitan dengan jumlah, ciri utama, pertumbuhan, persebaran, mobilitas, penyebaran, kualitas, kondisi kesejahteraan yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, budaya, agama serta lingkungan penduduk tersebut. (UU 10/1992).


II.        Pengertian Penduduk
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial.


III.       Kepadatan Penduduk
Laju pertumbuhan penduduk lebih tinggi di negara berkembang dibanding dengan negara maju.
Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.


IV.       Piramida penduduk


Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam negara atau wilayah tertentu dapat digambarkan dengan suatu piramida penduduk. Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk pada sumbu X, sedang kelompok usia (cohort) pada sumbu Y. Penduduk lak-laki ditunjukkan pada bagian kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan di bagian kanan.
Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. Negara atau daerah dengan angka kematian bayi yang rendah dan memiliki usia harapan hidup tinggi, bentuk piramida penduduknya hampir menyerupai kotak, karena mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua. Sebaliknya yang memiliki angka kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup rendah, piramida penduduknya berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang menggambarkan tingginya angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.
Pengendalian penduduk adalah kegiatan membatasi pertumbuhan penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari Yunani Kuno telah membuktikan adanya upaya pengendalian jumlah penduduk sejak zaman dahulu kala. Salah satu contoh pengendalian penduduk yang dipaksakan terjadi di Republik Rakyat Cina yang terkenal dengan kebijakannya 'satu anak cukup'; kebijakan ini diduga banyak menyebabkan terjadinya aksi pembunuhan bayi, pengguguran kandungan yang dipaksakan, serta sterilisasi wajib.
Indonesia juga menerapkan pengendalian penduduk, yang dikenal dengan program Keluarga Berencana (KB), meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang dipaksakan. Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.

V.        Angka Kelahiran
Pencatatan mutasi penduduk atau yang selama ini dikenal sebagai Registrasi Penduduk merupakan sebuah kegiatan pencatatan penduduk secara berkala yang bertujuan untuk mengumpulkan data penduduk untuk dapat dijadikan sebagai sumber dasar peletakan pembagunan sebab selain sebagai objek pembangunan penduduk dapat pula diaktifkan sebagai subjek pembagunan.
Penduduk Kabupaten Kuningan secara keseluruhan adalah 1.015.054 jiwa tersebar di 32 kecamatan dengan kepadatan secara keseluruhan 908 jiwa/km2 dengan kecamatan terpadat adalah Kecamatan Kuningan dengan kepadatan 2.800 jiwa/km2 dan Kecamatan Cilebak tercatat menjadi kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah yaitu hanya 337 jiwa/km2.
Angka Kelahiran Kasar (CBR) yaitu angka kelahiran per 1.000 orang penduduk merupakan indikator kesehatan dan kesejahteraan penduduk yang dapat dilihat secara langsung dari hasil registrasi penduduk yang baik. Artinya semakin baik pencatatan kelahiran dalam registrasi penduduk dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan di suatu daerah terutama pembangunan kesehatan ibu dan anak. Angka CBR Kabupaten Kuningan adalah 9,13 artinya ada lebih dari 9 orang lahir dari setiap 1.000 orang penduduk pada tahun 2004 dengan Kecamatan tertinggi CBR-nya adalah Kecamatan Japara dengan 17,63 dan Kecamatan Lebakwangi menjadi kecamatan dengan CBR terendah yaitu 4,27.
Selain itu Angka Kematian Kasar (CDR) Kabupaten Kuningan adalah 4,59 per 1.000 penduduk dengan CDR terendah ada di Kecamatan Cigugur dengan 1,85 per 1.000 penduduk dan tertinggi di Kecamatan Selajambe dengan 11,87 juga per 1.000 penduduk.
Mutasi / datang dan pindah penduduk di Kabupaten Kuningan secara keseluruhan selama tahun 2004 adalah 3.065 penduduk datang dan 2.762 pindah. Surplus sekitar 300 orang pertahun ini merupakan perwujudan bahwa Kabupaten Kuningan masih menjadi tujuan mutasi penduduk dari wilayah disekitarnya

VI.       Permasalahan Sosial Kependudukan
Permasalahan Sosial Kependudukan, ditandai dengan tingginya urbanisasi, permukiman kumuh pada hampir seluruh kota, pedagang kaki lima dan kesemrawutan lalu lintas, serta masalah kesehatan khususnya tingginya prevalensi infeksi saluran pernafasan akut.
Adanya benturan kepentingan antara pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan sumber daya alam telah difahami sebagai asal mula terjadinya problema lingkungan hidup. Tidak mengherankan, kalau persoalan-persoalan lingkungan hidup yang muncul, bahkan menjadi sangat mencolok di wilayah-wilayah Provinsi Jawa barat, ternyata tidak lepas – kalau tidak dikatakan sangat terkait erat, dengan keadaan dan dinamika kependudukannya.

Posisi geo strategis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera memberikan manfaat strategis yang cukup besar dalam peta global. Hal ini sudah demikian adanya sejak beberapa abad yang lalu. Yang perlu dicermati adalah berapa lama lagi posisi strategis ini akan bertahan. Apakah hanya satu atau beberapa dekade atau untuk selamanya?
Walaupun masih bersifat futuristik tetapi bukan mustahil, perubahan teknologi akan menyebabkan semakin berkurangnya posisi strategis Indonesia. Seandainya jalur kereta api trans dari Asia Timur hingga Eropa Barat dapat beroperasi dengan efisiensi yang mengalahkan kapal laut atau angkutan udara sudah dapat mengalahkan efisiensi angkutan laut, pipanisasi gas dan BBM, terlebih lagi ketika banyak sekali transportasi fisik sudah dapat digantikan oleh teknologi informasi, maka posisi strategis Indonesia semakin berkurang.
Didalam beberapa dekade terakhir, sesungguhnya sudah terjadi periode-periode dimana Indonesia sangat diperhatikan dan periode-periode dimana Indonesia agak dijauhi oleh sebab posisi strategis Indonesia yang berubah. Contohnya adalah pada masa sebelum dan sesudah berakhirnya perang dingin. Ini adalah hal yang niscaya didalam interaksi multibangsa. Sesuatu yang tidak bisa ditolak dan tidak bisa diminta akan tetapi Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat berhak membentuk dan menentukan posisi strategisnya.
Salah satu keadaan dunia yang dapat mendukung posisi strategis Indonesia adalah apabila New Zealand dan Australia didiami oleh 0,5 - 1 miliar penduduk. Suatu hal yang pencapaiannya berada diluar kendali kebijakan Indonesia. Walaupun dapat diramalkan bahwa populasi Australia dan New Zealand akan terus meningkat, sulit dibayangkan kapan akan mencapai 100 atau 200 juta penduduk.
Berbeda dengan UK yang memimpin jaringan Commonwealth, juga berbeda dengan Jepang yang bersebelahan dengan RRC yang padat penduduk tetapi memiliki gap teknologi, Indonesia berada di Asia Tenggara yang relatif merata kemampuannya.
Kalau posisi strategis yang alamiah akan berkurang oleh perubahan jaman, usaha swadaya Indonesia sangat penting untuk terus mempertahankan dan meningkatkan peran strategisnya. Dalam hal ini kebijakan kependudukan Indonesia akan menjadi instrumen strategis yang akan menentukan dimana kita berada di masa depan. Banyak negara yang mengkampanyekan pengurangan tingkat kelahiran beberapa dekade yang lalu sudah mengkampanyekan peningkatan tingkat kelahiran pada masa kini. Kita harus selalu keep in mind bahwa ‘kebijakan PBB beberapa dekade yang lalu bisa saja keliru atau sudah usang digerus jaman.”
Sebaran penduduk yang tidak merata di berbagai pulau adalah salah satu titik kelemahan yang harus diharmonisasikan. Untuk meningkatkan densitas penduduk di provinsi-provinsi yang sangat rendah populasinya dapat ditempuh dengan transmigrasi walaupun cukup tinggi kompleksitasnya, pula susah percepatannya. Cara lain adalah dengan membuat kebijakan keluarga berencana yang berbeda untuk provinsi padat “dua anak cukup” dan untuk provinsi renggang “boleh lebih dari dua.” Kebijakan ini tentu menuntut penciptaan daya dukung sosial ekonomi tersendiri. Dari strategi ini, lebih baik pertumbuhan ekonomi Indonesia 8% atau lebih karena pembaginya (jumlah penduduk) akan membesar. Mengkompromikan kepentingan kesejahteraan dan kepentingan strategis adalah urusan mengutamakan masa kini atau masa depan. Apakah bangsa Indonesia lebih sayang anak cucu atau cinta generasi sendiri?
Sebuah Indonesia yang ramah pada tetangga dengan kepadatan penduduk merata dan menjadi rumah bagi 350 - 500 juta populasi yang sejahtera dan beradab ketika populasi dunia mencapai 10 miliar akan menjadikan NKRI sebagai sebuah fokus perhatian bukan sekadar “another part of the earth in the south.”

VII.     Permasalahan Kependudukan dan Upaya Penanggulangannya
a. Pertumbuhan penduduk di pengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
faktor demografi dan non demografi.
ÿ Faktor demografi meliputi tiga hal pokok yaitu :
a) Kelahiran (Natalitas): Pertambahan jumlah anak/kelahiran baru pada periode tertentu.
b) Migrasi : Perpindahan penduduk dari suatu wilayah lain, baik melewati batas negara maupun batas administrasi wilayah dalam suatu negara dengan tujuan menetap.
c) Kematian (Mortalitas) : Pengurangan jumlah penduduk pada periode tertentu yang disebabkan oleh faktor kematian
.
ÿ Faktor non demografi yaitu : kesehatan dan pendidikan
b. Angka kelahiran dan kematian
ÿ Angka kelahiran kasar yaitu angka kelahiran yang menunjukkan jumlah per seribu penduduk dalam suatu periode tertentu. CBR = Crude Birth Rate



Angka kelahiran kasar dapat digolongkan menjadi 3 yakni :
11. Angka kelahiran rendah, jika angka kelahiran kurang dari 30.
22. Angka kelahiran sedang, jika angka kelahiran antara 30-40.
33. Angka kelahiran tinggi, jika angka kelahiran lebih dari 40.
ÿ Angka kelahiran khusus umur yaitu rata-rata banyak bayi yang lahir dari tiap 1.000 orang wanita pada usia tertentu dalam jangka waktu setahun. ASBR = Age Specific Birth Rate.
 
  Angka kematian kasar yaitu rata-rata banyaknya orang yang meninggal dari tiap 1.000 orang penduduk dalam setahun. CDR = Crude Death Rate
Angka kematian kasar dapat digolongkan menjadi 3 yakni :
1. Angka kematian rendah, jika angka kematian kurang dari 10
2. Angka kematian sedang, jika angka kematian antara 10 – 20
3. Angka kematian tinggi, Jika angka kematian lebih dari 20 
 
ÿ Angka kematian khusus umur yaitu rata-rata banyak orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. ASDR = Age Specific Death Rate. Biasanya angka ini sangat tinggi pada usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka jauh lebih rendah.


c. Faktor-faktor pendorong dan penghambat kelahiran & kematian
ÿ Faktor-faktor pendorong kelahiran & kematian :
a) Kawin usia muda, ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
b) Pandangan banyak anak banyak rezeki. Anak dianggap akan mendatangkan rezeki bagi keluarga ( anggapan lama )
c) Anak menjadi harapan bagi ortu sebagai pencari nafkah/ membantu orang tua.
d) Anak menjadi kebanggaan bagi orangtua karena dengan banyak anak ortu merasa lebih dihargai oleh masyarakat.
e) Anak laki-laki dianggap penerus keturunan, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang ingin terus mempunyai anak.
f) Kondisi kesehatan pasangan usia subur, misalnya kesehatan kandungan (rahim) wanita, jumlah sperma laki-laki serta kesehatan fisik masing-masing.
g) Usia perkawinan berada pada masa subur kemungkinan terjadinya fertilitas lebih besar.
h) Kesehatan ibu saat mengandung baik kesehatan fisik maupun mental (kejiwaan) sangat mempengaruhi kesehatan janin dan proses kelahiran
.
ÿ Faktor-faktor penghambat kelahiran & kematian :
a) Keinginanan untuk mempunyai anak dalam jumlah kecil karena banyak anak dianggap menambah beban tanggungan ortu (anggapan baru).
b) Penundaan usia kawin sampai selesai pendidikan / mendapat pekerjaan.
c) Wanita merasa terbatas ruang geraknya bila memiliki banyak anak.
d) Undang-undang pokok perkawinan (UUPP No. I Tahun 1974) yang menentukan umur minimal untuk laki-laki 19 tahun & wanita 16 tahun.
e) Dilaksanakannya program keluarga berencana.
Berikut ini upaya mengatasi dampak pertumbuhan penduduk yang tinggi :
[ Meningkatkan produksi pangan sesuai dengan kebutuhan penduduk. Jumlah pangan harus menyesuaikan dengan pertambahan penduduk.
[ Memanfaatkan sumberdaya alam secara efisien dan melestarikan lingkungan. Pemanfaatan sumberdaya alam secara efisien memungkinkan penduduk memanfaatkan sumberdaya alam lebih lama sekalipun jumlah penduduk bertambah.
[ Melaksanakan program transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari wilayah yang padat penduduk ke wilayah yang jarang penduduknya.

Upaya Mengendalikan Pertumbuhan Penduduk
Salah satu langkah pentingnya adalah mengendalikan tingkat kelahiran. Berikut ini beberapa cara mengandalikan tingkat kelahiran.
¯ Melaksanakan program keluarga berencana (KB)
¯ Menganjurkan untuk menunda usia perkawinan sehingga dapat menghindari masalah kawin muda.
¯ Memasyarakatkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS)
¯ Meningakatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang berhubungan dengan KB sampai ke desa terpencil.
i. 
Menyajikan informasi kependudukan dalam bentuk peta, table & grafik
*Cara Menperoleh Informasi Kependudukan
Informasi kependudukan dapat diperoleh dengan tiga cara yaitu sensus penduduk, survei penduduk, dan registrasi penduduk.
1. Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah suatu proses keseluruhan dari pengumpulan, pengolahan, penilaian, analisis, dan penyajian data kependudukan disuatu wilayah pada periode waktu tertentu. Sensus dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut :
a. Sensus de jure adalah sensus yang pelaksanaannya terhadap penduduk yang tercatat sebagai warga di suatu daerah pada saat sensus di lakukan
b. Sensus de facto adalah sensus yang di lakukan terhadap semua orang di suatu daerah pada saat sensus di laksanakan.
Kegunaan sensus penduduk :
v Untuk mengetahui jumlah penduduk
v Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk
v Untuk mengetahui kepadatan penduduk
v Untuk mengetahui komposisi penduduk
v Untuk digunakan dalam perencanaan pembangunan
2. Survei penduduk (Penelitian penduduk) dilakukan dengan tujuan untuk melengkapi keterbatasan data sensus penduduk.. Dalam survai penduduk yang dihitung hanya beberapa penduduk sebagai sample. Contoh survey penduduk antar sensus (supas) dan survey social ekonomi nasional (susenas).
3. Registrasi penduduk (Pencatatan Penduduk) adalah pencatatan peristiwa kependudukan di tiap-tiap daerah setiap waktu meliputi peristiwa kelahiran, kematian dan segala kejadian penting yang mengubah status sipil seseorang sejak lajir sampai mati, misalnya : perkawinan, perceraian dan migrasi
*Penyajian informasi kependudukan
a. Penyajian Informasi Kependudukan dalam bentuk Peta
1. Peta kependudukan dengan symbol bertingkat (ordinal)
Simbol bertingkat adalah symbol yang menunjukan adanya tingkatan nilai data. Misalnya kelas-kelas kepadatan penduduk, kelas-kelas pertumbuhan penduduk, kelas-kelas jumlah penduduk
2. Peta kependudukan dengan symbol kuantitatif
Symbol kuantitatif adalah symbol yang mengambarkan data secara kualitatif dan kuantitatif.kepadatan penduduk pada tahun 2000 dan 2003 di Sulawesi.
3. Peta kependudukan dengan symbol pictorial
Symbol pictorial merupakan symbol yang menggambarkan data dalam bentuk sesungguhnya.
b. Penyajian Informasi Kependudukan dalam Bentuk Tabel
Penyajian data kedalam tabel lebih mudah dalam membuatnya dibandingkan peta dan grafik. Tabel bersifat informatifi dan mudah dipahami.
c. Penyajian informasi kependudukan melalui grafik
1) Grafik lingkaran (pie graph) adalah grafik yang berupa lingkaran dengan jari-jari lingkaran yang membagi lingkaran secara proporsional antara sudut lingkaran dan presentase data.
2) Grafik batang (bar graph) adalah grafik yang datanya diwakili oleh segi empat baik horizontal maupun vertical.
3) Grafik garis (line graph) adalah garis grafik yang datanya diwakili oleh garis atau titik-titik.
j. Mengidentivikasi jenis-jenis Migrasi dan Faktor Penyebabnya
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan menetap. Migrasi merupakan bentuk mobilitas yitu gerakan penduduk yang melintasi batas susatu wilayah dalam periode tertentu.
Berdasarkan tujuannya mobilitas terbagi atas dua macam yaitu mobilitas permanent & mobilitas non permanent. Mobilitas permanent dinamakan migrasi. Mobilitas non permanent dinamakan mobilitas sirkuler. Mobilitas sirkuler merupakan gerakan penduduk dari suatu tempat ketempat lain dengan tujuan tidak menetap.
Terdapat tiga macam mobilitas non permanent yaitu :
1. Mobilitas ulang-alik disebut juga komuter. Mobilitas seperti ini dapat kita lihat pada gerakan orang-orang yang pergi ke suatu tempat pada pagi hari dan pulang kembali pada sore harinya.
2. Mobilitas periodic adalah orang yang menginap dalam jangkau waktu tertentu secar teratu mereka kembali ke daerah asalnya.
3. Mobilitas musiman adalah penduduk yang menetap di daerah lain pada musim tertentu dan musim berikutnya orang-orang ini akan kembali ke daerah asalnya.
Macam-macam Migrasi
Berdasarkan wilayah yang dilaluinya, migrasi terdiri atas dua macam :
1. Migrasi internasional terjadi jika perpindahan penduduk dilakukan melewati batas Negara. Disebabkan oleh tujuan pendidikan, pekerjaan, kondisi peperangan di daerah asal, atau krisis ekonomi yang terjadi di Negara asal. Contonya adalah perpindahan penduduk Indonesia kanada.
2. Migrasi internal merupakan perpindahan penduduk dengan tujuan menetap dari suatu wilayah ke wilayah lainnya tetapi masih dalam kesatuan Negara. Misalnya, perpindahan penduduk dari Yogyakarta ke Jakarta.
Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi
ª Di daerah asal :
Ø Terjadinya bencana
Ø Berkurangnya lapangan pekerjaan
Ø Terbatasnya fasilitas social
Ø Pelnggaran terhadap norma adat daerah asal
ª Di daerah tujuan :
Ø Memiliki fasilitas yang lebih baik
Ø Memiliki harapan untuk hidup lebih baik
Ø Lebih terjamin keamanannya
Ø Memiliki pilihan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih menjanjikan 
ª Di perjalanan :
Ø Rintangan alam yang cukup sulit dilalui
Ø Factor keamanan menentukan terjaminnya perjalanan para migrant
Ø Sarana dan prasarana tranportasi yang memadai
Ø Factor politik misalnya ada larangan bagi penduduk suatu Negara untuk mengunjungi Negara tertentu
Ø Jarak yang ditempuh menuju daerah tujuan 
ª Pribadi :
Ø Pengetahuan dan kesadaran seorang tentang keadaan daerah tujuan
Ø Ikatan bati dengan daerah asal
Ø Jumlah keluarga mepengaruhi seseorang dalam memutuskankepidahannya
Ø Perasaan tidak adil, dikucilkan, atau sebagai korban kejahatan didaerah asal
k. Menganalisis Dampak Positif dan negatifi Migrasi serta Usaha Penanggulangannya
1. Dampak migrasi terhadap daerah asal
§ Dampak positif migrasi terhadap daerah asal sebagai berikut :
Ø Mengurangi masalah pengangguran didaerah asal.
Ø Meningkatkan kesejahteraan melalui kiriman uang dari para migran.
Ø Memotifasi pembangunan daerah asal.
Ø Meningkatkan kualitas penduduk.
Ø Mengurangi kepadatan penduduk
§ Dampak negatif migrasi terhadap daerah asal sebagai berikut :
Ø Mengurangi tenaga kerja didaerah asal
Ø Mengurangi tenaga kerja potensial untuk membangun daerahnya
Ø Perilaku yang tidak sesuai dengan norma daerah asal
2. Dampak migrasi terhadap daerah tujuan
§ Dampak positif migrasi terhadap daerah tujuan sebagai berikut :
Ø Merangsang pengembangan daerah yang jarang penduduk
Ø Mengatasi kekurangan tenaga kerja
Ø Memperoleh keuntungan budaya dengan ditemukannya teknologi baru oleh para pendatang 
§ Dampak negatif migrasi terhadap daerah tujuan sebagai berikut :
Ø Menimbulkan masalah pengangguran karena terlau banyaknya pendatang
Ø Banyaknya pendatang dapat merusak tata kota akibat munculnya daerah kumuh (slums area)
3. Upaya penanggulangan dampak negatif migrasi :
§ Meningkatkan pembangunan didaerah asal. 
  Hal ini akan membuat penduduk tidak melakukan urbanisasi daerah tujuan, misalnya melalui peningkatan pendidikan, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih beragam, serta melengkapi fasilitas umum di pedesaan. 
§ Kebijaksanaan pintu tertutup bagi pendatang perlu diperhatikan apabila tidak ada pembangunan secara desentralisasi.



No comments:

Post a Comment